BASKETBALLIFE

Sifat Seorang Guard

Posted by: Andika on: November 24, 2008

Aku punya pelatih.
Namanya koh Yosi.
Dia pelatihku selama Porwakos (Pekan Olahraga Warga Kota Semarang) tahun 2007 dan 2008 berturut-turut.

Sewaktu ngobrol-ngobrol sehabis pertandingan Porwakos lawan Banyumanik, koh Yosi pernah bicara mengenai posisi point guard (kita lebih suka menyebutnya playmaker, entah ini benar atau tidak)…

Dia bilang playmaker itu ada 2, playmaker murni dan seorang point-getter…

Playmaker murni adalah playmaker yang benar-benar murni yang selalu membuat permainan dengan membagi bola kepada timnya.
Biasanya playmaker tipe ini lebih bisa mengendalikan egonya untuk mencetak angka sendiri (one man show).
Sehingga jika dilihat secara awam, mereka terlihat seperti pemain yang biasa saja… tidak begitu istimewa.
Dia bisa membaca dan juga membuat peluang untuk mencetak poin dengan lebih efektif, dengan mengandalkan semua sumber daya yang ada dalam timnya (maksudku adalah teman-teman satu timnya ^_^).
Tapi dia tidak segan-segan untuk mengambil kesempatan mencetak angka jika peluang terbuka untuknya.
Tetap, dia lebih suka mengandalkan timnya dan membuat assist.
Membuat sebuah permainan, seperti namanya, playmaker.

Guard yang kedua adalah point-getter, entah ini bisa dianggap sebagai playmaker atau tidak (kenyataannya, koh Yosi bilang begitu… ^_^).
Point-getter punya sifat yang berkebalikan dengan playmaker murni.
Dia suka berusaha untuk membuat poin sendiri, meskipun posisinya adalah playmaker atau point guard.
Individualitasnya dalam tim tinggi dan dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi pula akan kemampuannya.
Namun memang, biasanya kemampuan yang dia miliki sesuai dengan kepercayaan dirinya.
Dia punyai bakat dan kemampuan yang hebat dari awal.
Contoh mudahnya adalah Allen Iverson.
Semua orang tahu individualitasnya di lapangan, dan kemampuannya benar-benar hebat.

Kedua sifat ini masing-masing memberikan keuntungan untuk tim.
Dengan cara yang berbeda, mereka punya tujuan untuk mencetak poin dan ingin membuat timnya menang.
Walau begitu, mereka memberi pengaruh yang berbeda pada timnya.
Tim dengan playmaker murni di dalamnya pasti akan merasakan kemenangan yang lebih.
Karena si playmaker secara langsung membuat timnya berjuang bersama-sama.
Ketika kalah sekali pun, mereka tetap merasakan kebahagiaan karena telah berjuang bersama sebagai tim.

Seorang point-getter, timnya menang, tapi perasaan yang timnya rasakan pasti berbeda.
Tak sedikit teman dalam timnya sendiri yang menganggap dia egois.
Dia dianggap bermain sendiri dengan mengabaikan timnya.
Bisa saja ada yang berpikir begini…
Sialan ni anak! Dari tadi main sendiri mulu!
Timnya memang menang, tapi mereka tidak merasakan perasaan yang sama seperti tim yang satunya (dengan playmaker murni).

Intinya adalah ego yang dimiliki seorang guard…

Tapi semua itu tergantung dari cara orang menganggapi masing-masing dari mereka.
Juga sikap individu dari playmaker itu sendiri yang ditunjukkan pada timnya.
Jika kita anggap semuanya dengan positif, kita akan melihat kebaikannya masing-masing.

Sifat point guard ini sebenarnya koh Yosi ceritakan, menurutku, untuk membandingkan sifatku dengan adikku yang punya posisi yang sama, point guard.
Saat itu kami satu tim Porwakos membela Semarang Selatan.
Kami punya sifat yang bertolak belakang sebagai seorang playmaker.
Adikku adalah seorang point-getter, sedangkan aku sendiri adalah playmaker murni.

Tapi untungnya, kami bisa bekerja sama dalam satu tim Semarang Selatan… ^_^

Bagaimana menurutmu?

(Tulisan ini adalah mengenai perbandingan 2 sifat pemain basket. Jadi maaf kalau banyak terdapat kata “tapi” dan semacamnya ^_^)

3 Responses to "Sifat Seorang Guard"

ndik carane buat ini pie???

Eh mas bima!

Bikin apa ni mas?
Bikin blog ya maksudnya?
Hhe…

Gmpang mas…
Mas bima masuk aja ke wordpress.com
Trus tar lihat tu ada tulisan “SIGN UP NOW”
Nah, pencet aja tulisannya…
Nanti ikuti instruksi selanjutnya…

Oke mas!

Jangan Kapok2 ya maen ke sini…

Enjoy…

yo.i deh dik….

thx ndikk…hho

Leave a Reply